BINUS, Selasa, 24 Januari 2016 Akreditasi yang disandang perguruan tinggi mencerminkan komitmen dan kinerja universitas itu. PT yang meraih akreditasi A didorong menuju kelas dunia.

Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Totok Prasetyo dalam penyerahan surat keputusan akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT) dengan nilai A kepada Binus University di Jakarta, Selasa (24/1), mengatakan, dari 4.455 PT, baru 1.124 PT yang sudah memiliki AIPT. Yang mendapat akreditasi A berjumlah 49 PT. Adapun PT yang berdiri sebelum 2012 sebenarnya diharuskan mendapat AIPT pada Juli 2018.

“Kami beri target supaya PT mempersiapkan diri. Adanya target waktu mendorong semua pihak untuk bersiap-siap. Karena itu, kami terus menyosialisasikan soal akreditasi. Yang penting, program studi terakreditasi dulu,” kata Totok.

Menurut dia, akreditasi institusi semua perguruan tinggi ditargetkan tuntas pada 2019. Namun, karena kemampuan anggaran pemerintah terbatas, target penuntasan akreditasi tersebut diperkirakan sulit tercapai.

Kelas dunia

Totok mengingatkan agar PT yang memiliki AIPT A menunjukkan kualitasnya sebagai PT yang unggul, bahkan terus meningkatkan mutunya untuk menjadi PT berkelas dunia.

“PT yang memiliki kepemimpinan yang baik, komitmen semua stakeholder, serta sistem yang terintegrasi baik akan menghasilkan PT yang berkualitas,” ujarnya.

Totok menambahkan, masyarakat dapat memberi masukan terhadap hasil akreditasi PT kepada Kemristek dan Dikti. “Jika ada yang merasa ragu PT tertentu tidak layak mendapat akreditasi A, misalnya, nanti akan kami kaji. Lalu (kami) minta BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) untuk mengkaji ulang,” ujar Totok.

Rektor Binus University Harjanto Prabowo mengatakan, penghargaan pemerintah melalui BAN-PT yang memberi nilai A menjadi cambuk bagi universitas ini untuk terus meningkatkan pendidikan tinggi yang bermutu di negeri ini. Pencapaian ini merupakan salah satu target dari peta jalan Binus University 2020 untuk menjadi universitas berkelas dunia. Kerja keras berikutnya adalah berupaya membuat universitas ini bisa masuk 100 besar PT di Asia.

“Akreditasi A itu diraih bukan secara instan. Sebagian besar prodi berakreditasi A. Bahkan, ada sejumlah prodi berakreditasi internasional,” kata Harjanto.

Koordinator Kopertis Wilayah III DKI Jakarta Illah Sailah mengatakan, PT yang mampu meraih AIPT A terlihat memiliki hubungan harmonis antara yayasan dan rektorat dan tidak berkonflik. Selain itu, data administrasi yang disampaikan kepada asesor BAN-PT memang riil sesuai kondisi di PT. PT juga konsisten untuk memiliki budaya unggul yang tecermin dari berbagai prestasi, termasuk yang diraih mahasiswa.

Pekan lalu, pimpinan, karyawan, dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, Jakarta, menggelar acara syukuran karena berhasil mendapat AIPT A. PTS lain yang mendapat AIPT A antara lain Universitas Multimedia Nusantara di Tangerang dan Universitas Mercu Buana, Jakarta. (ELN)

Sumber : Kompas Cetak